secangkir kopi berseteru
Secangkir kopi berseteru Secangkir kopi berseteru dengan air hujan pagi ini. Katanya, "kami berlomba memenangkan hatimu, mumpung sedang kosong." Kopi merasa ialah paling bisa meredam kelu di gemeletuk bibirku; hujan berkata ialah paling mampu menghapus air mataku. Ah, Tuan-tuan... Biar aku meromantisasi duka ini dulu; biar hatiku penuh dengan kekosongan dulu. Aku belum mau sembuh, biar beranak puisi-puisiku.