AKU PUISI YANG HILANG MAKNA
Aku Puisi Yang Hilang Makna
Kata-Kata Yang Berjatuhan Tanpa Arah
Dalam Rindu Yang Mengikis Perlahan
Aku Remuk, Terhempas Tanpa Daya
Sosokmu Tak Tergapai
Hanya Hadir Di Batas Mimpi
Dan Aku Compang-Camping Dalam Kenangan
Tersesat Di Antara Ingin Dan Kenyataan
Bisakah Dukaku Kupersembahkan
Sebagai Mahar Tuk Tatapmu Yang Menawan
Akankah Kepedihanku Cukup Bernilai
Menembus Tabir Senyum Wajahmu Yang Damai
Andai Air Mata Ini Dapat Membeli
Sedikit Senyum di dingin Pagi
Aku Rela Jadikan Derita Ini Hiasan
Tuk Menatap Indahmu Walau Dalam Bayangan
Melebur Jiwa Dalam Harap Yang Terhempas
Di Balik Senyum Terpendam Amarah
Dan Doa-Doa Yg terseok Dalam Lelah
Dimana Pelangi, Dimana Terang?
Hidup Yang Carut-Marut Seakan Bimbang
Namun Kutahu
Di ujung Sunyi Tersimpan Harapan
Di Sela-Sela Kerinduan
Sosokmu Datang Dalam Sepi
Mengusik Tiap Kalam Yang Sunyi
Menghidupkan Bayang-Bayang Luka
Merobek Tenang Yang Sempat Ada
Aku Hanya Puing-Puing
Puisi Yang Tak Sempurna
Tercabik Di Antara Keinginan Dan Kenyataan
Merindu Pada Yang Tak Bisa Kugenggam
Langit kelabu, awan muram.
bagai menambah pedih dan kelam.
Tangis di ujung malam tak terdengar,
terselip dalam sunyi yang enggan pudar.
Tiada cahaya, tiada kata.
hanya nestapa menggema tanpa suara.
Menggores luka yang telah lama terbuka,
mencari pelipur yang tak kunjung ada.
Kusadari Ku Keliru
Larut Dalam Bayang Semu
Kehangatan Itu Bukanlah Cinta Yg Kurasa
Hanya Sekadar Sapaan Dari Hati Tanpa Rahasia
Biar Kusimpan Kesalahpahaman Ini
Sebagai Pelajaran Tuk Hati Yang Terlalu Dini
Kelak Tak Lagi Jatuh Pada Arti Yg Salah
Berharap Pada Sapaan Yang Tanpa Arah
Kusabarkan Hati Kusemai Asa
Dalam Tiap Sujud Dan Doa
Hingga Tiba Waktunya Kita Bersua
Dalam Ikatan Suci Penuh Berkah Dan Cinta
Di Bawah Langit Dan Atas Sajadah
Kutitip Rindu Dan Sabar Yang Tabah
Menunggumu Datang Dengan IzinNya
Hingga Kita Bisa Berjalan Bersama, Menuju SurgaNya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar