Di sebrang sana, di bawah langit jingga,
aku terpana, diam tak berkata.
Seorang ayah dengan kasih di mata,
menyeka lelehan es krim di bibir putri kecilnya.
Tangan yang kokoh, penuh cerita kerja keras,
menjadi lembut di wajah mungil yang polos.
Senyuman putrinya, seperti cahaya fajar,
membasuh lelah yang tak pernah pudar.
Momen sederhana, namun begitu indah,
lukisan cinta tanpa kata yang megah.
Seolah dunia diam, hanya ada mereka,
di dalam bingkai kasih yang sempurna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar