Secangkir kopi berseteru
Secangkir kopi berseterudengan air hujan
pagi ini.
Katanya,
"kami berlomba
memenangkan hatimu,
mumpung sedang kosong."
Kopi merasa
ialah paling bisa
meredam kelu
di gemeletuk bibirku;
hujan berkata
ialah paling mampu
menghapus air mataku.
Ah, Tuan-tuan...
Biar aku meromantisasi
duka ini dulu;
biar hatiku penuh
dengan kekosongan dulu.
Aku belum mau sembuh,
biar beranak puisi-puisiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar