AKU BERBISIK TAPI TERDIAM
Aku Berbisik Tapi DiamRindu Seakan Merayap Kedalam Kelam
Tak Berdaya Melawan Bayang Melintas
Sosokmu Dan Dia, Bak Luka Yg Terus Berbekas
Ku Tatap, Tanpa Kata Dan Suara
Suara Rinduku Hilang Lenyap Dalam Duka
Seperti Angin Mengabur Dalam Malam
Mengendap Di Hati, Perlahan Meredam
Aku Menggelar Sunyi Menjemput Rasa
Diantara Letih Yg Membelah Dada
Terbakar Diluar Membeku Didalam
Mencari Hangat Dalam Dinginnya Siang
Biarkan Waktu Yg Menjawab Semua
Mengapa Tubuh Menggigil Kala Panas Meraja
Mungkin Karena Jiwa Masih Terluka
Atau Hati Tersesat Dalam Nestapa
Ku Menggigil Sementara Panas Terik Membakar
Dalam Badai Rasa Yg Tak Kunjung Pudar
Kuyakin Ada Yg Remuk Diantara Jiwa Dan Raga
Menari Sepi Ditengah Bara
Terik Menyerang Dari Segala Penjuru
Dingin Membungkus Kalbu
Seperti Api Mengelupas Nyawa
Tapi Hati Ini Beku, Tak Bergeming Jua
Panjang Umur Untukmu
Walau Mungkin Takkan Pernah Lagi Bertemu
Semoga Kau Bahagia Di Jalan Yang Kau Tuju
Sementara Aku Menyembuhkan Hati Yang Kau Buat Pilu
Pada Akhirnya
Ku Akan Tetap Mendoakanmu
Meski Jauh Dan Tanpa Suara
Semoga Kelak Kita Menemukan Bahagia Di Jalan Yang Berbeda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar