MELIHAT SECANGKIR KOPI
CIKKIPLI MERSAM
Terkadang, hanya melihat secangkir kopi.
Bisa membuatku tertawa ria.
Dan terkadang, hanya memandang wajahmu.
Bisa membuatku bahagia.
Tapi, aku selalu lupa.
Hal itu saja, tidak cukup.
Perlu beribu aksi dan keberanian.
Perlu beribu kesabaran dan pengorbanan
Agar dapat mengerti semuanya.
Malam ini terasa dingin.
Karna hujan datang, mengguyur bumi.
Tapi, jangan sampai datang.
Mengguyur pipiku dan pipimu.
Satu, kata terakhir.
Sicantik, bukan milik sigagah.
Tapi, milik si pemberani.
Yang mengungkap rasa
Muara Tebo, 4 September 2025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar