Pengikut

Minggu, 07 September 2025

merah putih tetap di dada

Merah putih tetap di dada
cikkipli mersam

Merah didada tak kan memudar
Putih dihati tak kan menguning.
Tapi, yang selalu berkibar
Pasti akan memudar dan menguning.

Semangat ini tak hilang,
Mempertahankan dan memperjuangkan.
Tapi, yang diatas membuatnya hilang.
Biarlah kami kobarkan.

Setapak, mungkin tak mundur.
Tapi setapak perlu......
Memikirkan mereka yang pantas mundur.
Demi sesuap nasi, 
agar bisa hidup di kemudian hari.

Tujuan utama, memang perlu digapai.
Tapi ingat, nasib mereka yang tak tercapai.
Mungkin perlu, penyetaraan agar sesuai.
Atau bahkan hanya sekedar didengar 
Lebih lagi, dipertimbangkan dan dilaksanakan.

Revolusi adalah solusi.
Terutama dibagian kontitusi.
Supaya mereka lebih bisa adil lagi.
Dikemudian hari, tidak diadili.

Mereka bukan hanya pembuat kontitusi.
Tapi perwakilan kami.

Muara Tebo, 8 September 2025

Kamis, 04 September 2025

melihat secangkir kopi

MELIHAT SECANGKIR KOPI
CIKKIPLI MERSAM

Terkadang, hanya melihat secangkir kopi.
Bisa membuatku tertawa ria.
Dan terkadang, hanya memandang wajahmu.
Bisa membuatku bahagia.

Tapi, aku selalu lupa.
Hal itu saja, tidak cukup.
Perlu beribu aksi dan keberanian.
Perlu beribu kesabaran dan pengorbanan 
Agar dapat mengerti semuanya.

Malam ini terasa dingin.
Karna hujan datang, mengguyur bumi.
Tapi, jangan sampai datang.
Mengguyur pipiku dan pipimu.

Satu, kata terakhir.
Sicantik, bukan milik sigagah.
Tapi, milik si pemberani.
Yang mengungkap rasa 

Muara Tebo, 4 September 2025

kenapa aku bangun subuh ini

Kenapa aku bangun subuh ini Apa aku bangun karna cinta Atau cintalah yang membuatku bangun Mungkin  Setiap orang  Dibangunkan ka...